Selasa, 06 September 2016

TINJAUAN ULANG TENTANG ATOM DAN MOLEKUL DALAM KIMIA ORGANIK



KIMIA ORGANIK 1
Tujuan pembelajaran:
1.       Menginterpretasikan kecendrungan afinitas electron atom-atom penyusun senyawa organic
2.       Menginterpretasikan sifat keasaman dan kebebasan senyawa organic
Bahan kajian:
1.       Struktur electron dari atom
2.       Jari-jari atom dan keelektronegatifan
3.       Panjang ikatan dan sudut ikatan
4.       Energy disosiasi
5.       Konsep asam dan basa dalam kimia organic

A.      STRUKTUR ELEKTRON ATOM
Unsur-unsur yang paling penting daam ahli kimia organic adalah karbon, hydrogen, okseigen dan nitrogen. Setiap kali electron berhubungan dengan sejumlah eneergi tertentu. Eleketron yang diangkat ke inti lebih tertarik pada proton dalam inti dari pada electron yang lebih jauh kedudukannya. Karena itu, semakin dekat leketron terdapat ke inti semakin rendah energinya , dan lektron ini sukar berpindah dalam  reaksi kimia. Kulit electron yang terdekat ke  inti adalah kulit yang terendah energinya, dan lektron dalam kulit ini dikatakan berada pada tingkat pertama. Electron dalam kulit kedua, yaitu pada tingkat energy kedua, mempunyai energy yang lebih tinggi dari pada electron dalam tigkat pertama, electron pada tingkat ketiga yaitu pada energy energy ketiga, mempunyai energy yang lebih tinggi.
Semakin dekat elektron terdapat ke inti, semakin rendah energinya dan sulit untuk berpindah. Orbital atom adalah bagian dari ruang dimana kebolehjadian ditemukannya sebuah elektron dengan kadar energi yang khas adalah tinggi (90-95%). Rapat elektron adalah istilah lain yang digunkan untuk menggambarkan kebolehjadian ditemukannya elektron pada titik tertentu. Rapak elektron lebih tinggi berarti kebolehjadiannya lebih tinggi dan sebaliknya. Konfigurasi elektron adalah suatu pemerian mengenai struktur elektron dari unsur.
A.      Orbital atom
Kulit electron pertama hanya mengandung orbital bulat 1s. kebolehjadian untuk menemukan electron 1s adalah tertinggi dalam bulatan ini. Kulit kedua, yang agak berjauhan dari inti dari pada kulit pertama, mengandung satu orbital 2s dan tiga orbital 2p. Orbital 2s, seperti orbital 1s adaah bulat.
Tingkat energy kedua mengandung tiga orbital atom 2p. orbital 2p ada jarak sedikit agak jauh dari inti dari pada orbital 2s dan mempunyai energy yang agak sedikit lebih tinggi. Orbital p berbentuk seperti halter, etiap orbital p mempunyai dua cuping yang terpisah oleh simpul pada inti.
B.      Pengisian orbital
Electron mempunyai spin, yang dapat berputar menurut arah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam (+1/2 atau -1/2). Pin dari partikel bermuatan, menimbulkan medan magnet kecil atau momen magnet, dan dua electron dengan spin berlawanan.
(Fessenden & Fessenden.2005:2-4)

B.      JARI-JARI ATOM
Jari-jari atom adalah jarak dari pusat inti ke elktron paling luar. Jari-jari atom mengukur panjang ikatan. Jari-jari atom berubah-ubah bergantung pada besarnya tarikan anatara inti dan elektronnya. Makin besar tarikan, makin kecil jari-jari atomnnya. Factor yang mempengaruhi adalah jumlah proton dalam inti dan jumlah kulit yang mengandung electron.
Inti dengan jumlah proton  yang lebih besar mempunyai tarikan yang lebih besar terhadap electron-elektronnya, termasuk electron paling luar.  Pada setiap tahap, inti mempunyai tarikan untuk electron yang lebih besar dari jar-jari atom berkurang
                                Li             Be           B             C             N             O             F
Nomor atom:     3              4              5              6              7              8              9
                                                Jari-jari atom menurun
Bila kita bergerk dari atas ke bawah dalam satu golongan dari susunan berkala, jumlah kulit electron bertambah dan karenanya jari-jari atom bertambah juga. Dalam kimia organic, atom saling berikatan satu dengan yang lain dalam berdekatan oleh ikatan kovalen. Konsep jari-jari atom akan berguna dalam memperkirakan tarikan dan tolakan antara atom dan dalam membahas kekuatan ikatan kovalen.
H
0,37
Li
1,225
Be
0,889
B
0,80
C
0,771
N
0,74
O
0,74
F
0,72
Na
1,572
Mg
1,364
Al
1,248
Si
1,173
P
1,10
S
1,04
Cl
0,994

Br
1,142
I
1,334
Jari-jari atom dari beberapa unsur (dalam Angstrom A, dengan 1 A=10-8 cm)
(Fessenden & Fessenden.2005:4-6)
C.      KEELEKTRONEGATIFAN
Keelektronegatifan dalah ukuran kemampuan atom untuk menarik electron luarnya, atau electron valensi. Karena electron luar dari atom yang digunakan untuk ikatan, maka kelektronegatifan berguna untuk meramalkan dan meneragngkan kereaktifan kimia. Kelektronegatifan dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu jumlah proton dalam inti dan dan jumlah kulit yang mengandung electron. Makin besar jumlah proton berarti makin besar muatan inti postitif, dan demikian tarikan untuk electron bertambah. Karenanya kelelktronegatifan bertambah dari kiri ke kanan untuk periode tertentu dari susunan berkala.

                                Li             Be           B             C             N             O             F
                                                                Kelektronegatifan bertambah
Tarikan antara partikel yang berlawanan muatan bertambah dengan berkurangnya jarak antara partikel. Jadi, kelektronegatifan bertambah apabila kita maju dari bawah ke atas dalam golongan tertentu dari susunan berkala, karena electron valensi lebih dekat ke inti.

                                                F
                                                Cl                            Bertambahnya
                                                Br                            kelektronegatifan
                                                I
Skala Pauling adalah skala numeric dari kelektronegatifan. Skala ini diturunkan dari perhitungan energy ikatan untuk berbagai unsur yang terikat oleh ikatan kovalen. Dalam skala pauling, flour, unsur yang paling elektromagnetif, mempunyai nilai kelektronegatifan 4. Litium keelktronegatifannya rendah mempunyai nilai 1. Suatu unsur dengan kelektronegatifan yang sangat rendah kadang-kadang disebut unsur elektropositif. Karbon mempunyai nilai kelektronegatifan menengah 2,5.
                                               
H
2,1
Li
1,0
Be
1,5
B
2,0
C
2,5
N
3,0
O
3,5
F
4,0
Na
0,9
Mg
1,2
Al
1,5
Si
1,8
P
2,1
S
2,5
Cl
3,0
Br
2,8
I
2,5
 Kelektronegatifan dari bebrapa unsur (skala pauling)
(Fessenden & Fessenden.2005:6-7)
D.      Panjang ikatan dan sudut ikatan
Jarak pemisah inti dari dua atom yang terikat kovalen disebut dengan panjang ikatan. Panjang ikatan kovalen yang dapat ditentukan secara eksperimental, mempunyai selang harga dari 0,74Å
Sampai 2 Å. Bila ada lebih dari dua atom dalam molekul , ikatan membentuk sudut , yang disebut sudut ikatan . sudut ikatan bervariasi dari kira-kira 600 sampai 1800

                    
                 O                             panjang ikatan 0,96Å
        H                 H
                        Sudut ikatan 104,5˚

Kebanyakan struktur organic mengandung lebih dari tiga atom  dan lebih bersifat berdimensi tiga dari pada berdimensi dua. Rumus struktur yang terdahulu untuk aminiak (NH3) menggambarkan satu teknik  untuk menyatakan suatu struktur  dimensi tiga.
                                                                                    (Fessenden & Fessenden.2005 :17)
E.       Energy disosiasi ikatan.
Bila atom saling terikat membentuk molekul , energy dilepaskan (biasanya sebagai kalor atau cahaya). Jadu untuk molekul agar terdiosiasi menjadi atom-atomnya, harus diberikan  energy. Ada dua cara agar ikatan dapat terdiosisasi. Satu cara adalah karena pemaksapisahan heterolitik (Heterolytic Cleavage)( yunani hetero, “berbeda”) dimana kedua elektron ikatan dipertahankan pada satu atom. Hasil dari pembelahan heterolik adalah sepasang ion. Proses lain yang memungkinkan suatu ikatan terdisosiasi adalah pemaksa pisahan homolitik(Yunani, homo, “sama”).
Dalam hal ini setiap atom yang turut dalam ikatan kovalen menerima satu elektron dari pasangan yang saling dibagi yang asli. Yang dihasilkan adalah atom yang secara listrik netral atau gugus atom.  Pemaksapisahan  homolitik menghasilkan atom atau gugus atom yang mempunyai elektron yang berpasangan. Atom seperti H+  atau gugus atom seperti H3C yang mengandung elektron tak berpasangan  disebut radikal bebas. Radikal bebas biasanya netral secara listrik karena itu tak ada tarikan elektrostatik antara radikal bebas seperti ion. Energy disosiasi ikatan memungkinkan ahli kimia untuk menghitung kesetabilan relative dari senyawa dan meramaikan (sampai tariff tertentu) sebab-sebab reaksi kimia. Misalnya suatu reaksi yang akan dibahas kemudian dalam teks ini adalah khlorinasi metana CH4  :
CH4  + Cl2        ®    CH3Cl  + HCl
(Fessenden & Fessenden.2005:17-20)

G.     Konsep asam dan basa dalam kimia organik
                     Asam Bronsted-Lowry adalah zat yang dapat memberi H+ ; basa Bronsted-Lowry adalah zay yang dapat menerima H+. Kekuatan asam atau basa masing-masing dilaporkan sebagai Ka atau Kb. Asam yang lebih kuat mempunya nilai Ka yang lebih besar; basa yang lebih kuat mempunya Kb yang lebih besar.
            Basa konjugat dari asam kuat adalah basa lemah sedangkan basa konjugat dari asam yang sangat lemah adalah basa kuat. Dalam persamaan berikut, dalam berkurangnya kuat asam HA bertambah kuat basa.                                           (Fessenden & Fessenden.2005:27-37)


7 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. coba anda jelaskan maksud dari kalimat anda ini Dalam persamaan berikut, dalam berkurangnya kuat asam HA bertambah kuat basa. !

    BalasHapus
  3. @Chrisyanto : Asam Bronsted-lowry adalah zat yang dapat memebrikan H+. basa bronsted-lowry adalah zat yang dapat menerima H+. kekuatan asam dan bsa masing-masing dilaporkan sebagai Ka atau sebgai Kb. Asam yang lebih kuat mempunyai nilai Ka yang lebih besar. Basa yang lebih kuat mempunyai Kb yang lebih besar.
    Asam kuat (PKa < -1): HCl, HNO3, H2SO4
    Asam lemah (Pka >3): CH3COH, HCN, H2O
    Basa Kuat: -OH,-OCH3
    Basa lemah: NH3, CH3, NH2
    Basa konjugat dari asam kuat adalah basa lemah, sedangkan basa konjugat dari asam yang sangat lemah adalah basa kuat. Persamaannya:
    H-A ==== H+ + :A-
    Asam kunjugat dari A Basa kunjugat dari HA

    BalasHapus
  4. materi yang anda sampaikan sudah baik, hanya saja harus diberikan contoh gambaran dari Konsep asam dan basa dalam kimia organik.

    BalasHapus
  5. Saya ingin menambah jawaban pada soal no 2, Disebut transisi elektronik karena elektron yang menempati satu orbital dengan energi terendah dapat berpindah ke orbital lain yang memiliki energi lebih tinggi jika menyerap energi, begitupun sebaliknya elektron dapatberpindah dari orbital yang memiliki energi lebih rendah jika melepaskan energi. Energi yang diterima atau diserap berupa radiasi elektromagnetik. UV mampu menyebabkan perpindahan elektron (promosi elektron) atau yang disebut transisi elektronik. Transisi elektronik dapat diartikan sebagai perpindahan elektron dari satu orbital ke orbital yang lain.
    Penyerapan sinar UV tampak menyebabkan terjadinya eksitasi molekul dari energy dasar ke energy yang lebih tinggi. Pengabsorbsian sinar UV tampak oleh suatu molkul menghasilkan eksitasi electron bonding. Akibatnya panjang gelombang Absorbsi maksimum dapat dikorelasi dengan jenis ikatan yang ada pada molekul yang diselidiki. Pada zat-zat pengabsorbsian ini berkaitan dengan tiga jenis transisi electron yaitu electron-elektron pi, sigma, dan n, yang meliputi molekul atau ion organic dan sejumlah anorganik.
    Jadi dapat disimpulkan Salah satu electron yang berpasangan berpromosi ke orbital yang lebih tinggi tingkat energinya sehingga jumlah electron yang tidak berpasangan sama dengan jumlah ikatan yang akan terbentuk. Atom yang sedemikian disebut dalam keadaan tereksitasi. Promosi yang mungkin adalah dari ns ken p dan ns ke ns ke nd atau (n-1)d.

    BalasHapus
  6. Baccarat - Live dealer, video poker, baccarat - febcasino.com
    Play Baccarat, Live dealer, video งานออนไลน์ poker, baccarat online for real 1xbet korean money on 바카라 사이트 FEBCASINO.COM.

    BalasHapus