KIMIA ORGANIK 1
Tujuan pembelajaran:
1. Menginterpretasikan
kecendrungan afinitas electron atom-atom penyusun senyawa organic
2. Menginterpretasikan
sifat keasaman dan kebebasan senyawa organic
Bahan kajian:
1. Struktur
electron dari atom
2. Jari-jari
atom dan keelektronegatifan
3. Panjang
ikatan dan sudut ikatan
4. Energy
disosiasi
5. Konsep
asam dan basa dalam kimia organic
A.
STRUKTUR
ELEKTRON ATOM
Unsur-unsur yang
paling penting daam ahli kimia organic adalah karbon, hydrogen, okseigen dan
nitrogen. Setiap kali electron berhubungan dengan sejumlah eneergi tertentu.
Eleketron yang diangkat ke inti lebih tertarik pada proton dalam inti dari pada
electron yang lebih jauh kedudukannya. Karena itu, semakin dekat leketron
terdapat ke inti semakin rendah energinya , dan lektron ini sukar berpindah
dalam reaksi kimia. Kulit electron yang
terdekat ke inti adalah kulit yang
terendah energinya, dan lektron dalam kulit ini dikatakan berada pada tingkat pertama.
Electron dalam kulit kedua, yaitu pada tingkat energy kedua, mempunyai energy
yang lebih tinggi dari pada electron dalam tigkat pertama, electron pada
tingkat ketiga yaitu pada energy energy ketiga, mempunyai energy yang lebih
tinggi.
Semakin
dekat elektron terdapat ke inti, semakin rendah energinya dan sulit untuk
berpindah. Orbital atom adalah bagian dari ruang dimana kebolehjadian
ditemukannya sebuah elektron dengan kadar energi yang khas adalah tinggi
(90-95%). Rapat elektron adalah istilah lain yang digunkan untuk menggambarkan
kebolehjadian ditemukannya elektron pada titik tertentu. Rapak elektron lebih
tinggi berarti kebolehjadiannya lebih tinggi dan sebaliknya. Konfigurasi
elektron adalah suatu pemerian mengenai struktur elektron dari unsur.
A.
Orbital
atom
Kulit
electron pertama hanya mengandung orbital bulat 1s. kebolehjadian untuk
menemukan electron 1s adalah tertinggi dalam bulatan ini. Kulit kedua, yang
agak berjauhan dari inti dari pada kulit pertama, mengandung satu orbital 2s
dan tiga orbital 2p. Orbital 2s, seperti orbital 1s adaah bulat.
Tingkat
energy kedua mengandung tiga orbital atom 2p. orbital 2p ada jarak sedikit agak
jauh dari inti dari pada orbital 2s dan mempunyai energy yang agak sedikit
lebih tinggi. Orbital p berbentuk seperti halter, etiap orbital p mempunyai dua
cuping yang terpisah oleh simpul pada inti.
B.
Pengisian
orbital
Electron
mempunyai spin, yang dapat berputar menurut arah jarum jam atau berlawanan arah
jarum jam (+1/2 atau -1/2). Pin dari partikel bermuatan, menimbulkan medan
magnet kecil atau momen magnet, dan dua electron dengan spin berlawanan.
(Fessenden &
Fessenden.2005:2-4)
B.
JARI-JARI
ATOM
Jari-jari atom
adalah jarak dari pusat inti ke elktron paling luar. Jari-jari atom mengukur
panjang ikatan. Jari-jari atom berubah-ubah bergantung pada besarnya tarikan
anatara inti dan elektronnya. Makin besar tarikan, makin kecil jari-jari
atomnnya. Factor yang mempengaruhi adalah jumlah proton dalam inti dan jumlah
kulit yang mengandung electron.
Inti dengan jumlah proton yang lebih besar mempunyai tarikan yang lebih
besar terhadap electron-elektronnya, termasuk electron paling luar. Pada setiap tahap, inti mempunyai tarikan
untuk electron yang lebih besar dari jar-jari atom berkurang
Li Be B C N O F
Nomor atom: 3 4 5 6 7 8 9
Jari-jari
atom menurun
Bila kita
bergerk dari atas ke bawah dalam satu golongan dari susunan berkala, jumlah
kulit electron bertambah dan karenanya jari-jari atom bertambah juga. Dalam
kimia organic, atom saling berikatan satu dengan yang lain dalam berdekatan
oleh ikatan kovalen. Konsep jari-jari atom akan berguna dalam memperkirakan
tarikan dan tolakan antara atom dan dalam membahas kekuatan ikatan kovalen.
H
0,37
|
||||||
Li
1,225
|
Be
0,889
|
B
0,80
|
C
0,771
|
N
0,74
|
O
0,74
|
F
0,72
|
Na
1,572
|
Mg
1,364
|
Al
1,248
|
Si
1,173
|
P
1,10
|
S
1,04
|
Cl
0,994
|
Br
1,142
|
||||||
I
1,334
|
||||||
Jari-jari atom dari beberapa unsur (dalam Angstrom A, dengan
1 A=10-8 cm)
C.
KEELEKTRONEGATIFAN
Keelektronegatifan
dalah ukuran kemampuan atom untuk menarik electron luarnya, atau electron
valensi. Karena electron luar dari atom yang digunakan untuk ikatan, maka
kelektronegatifan berguna untuk meramalkan dan meneragngkan kereaktifan kimia.
Kelektronegatifan dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu jumlah proton dalam
inti dan dan jumlah kulit yang mengandung electron. Makin besar jumlah proton
berarti makin besar muatan inti postitif, dan demikian tarikan untuk electron
bertambah. Karenanya kelelktronegatifan bertambah dari kiri ke kanan untuk
periode tertentu dari susunan berkala.
Li Be B C N O F
Kelektronegatifan
bertambah
Tarikan antara
partikel yang berlawanan muatan bertambah dengan berkurangnya jarak antara
partikel. Jadi, kelektronegatifan bertambah apabila kita maju dari bawah ke
atas dalam golongan tertentu dari susunan berkala, karena electron valensi
lebih dekat ke inti.
F
Cl Bertambahnya
Br kelektronegatifan
I
Skala Pauling
adalah skala numeric dari kelektronegatifan. Skala ini diturunkan dari
perhitungan energy ikatan untuk berbagai unsur yang terikat oleh ikatan
kovalen. Dalam skala pauling, flour, unsur yang paling elektromagnetif,
mempunyai nilai kelektronegatifan 4. Litium keelktronegatifannya rendah
mempunyai nilai 1. Suatu unsur dengan kelektronegatifan yang sangat rendah
kadang-kadang disebut unsur elektropositif. Karbon mempunyai nilai
kelektronegatifan menengah 2,5.
H
2,1
|
||||||
Li
1,0
|
Be
1,5
|
B
2,0
|
C
2,5
|
N
3,0
|
O
3,5
|
F
4,0
|
Na
0,9
|
Mg
1,2
|
Al
1,5
|
Si
1,8
|
P
2,1
|
S
2,5
|
Cl
3,0
|
Br
2,8
|
||||||
I
2,5
|
||||||
Kelektronegatifan dari bebrapa unsur (skala
pauling)
(Fessenden
& Fessenden.2005:6-7)
D.
Panjang ikatan dan sudut ikatan
Jarak
pemisah inti dari dua atom yang terikat kovalen disebut dengan panjang ikatan. Panjang
ikatan kovalen yang dapat ditentukan secara eksperimental, mempunyai selang
harga dari 0,74Å
Sampai 2 Å. Bila
ada lebih dari dua atom dalam molekul , ikatan membentuk sudut , yang disebut
sudut ikatan . sudut ikatan bervariasi dari kira-kira 600 sampai 1800
Sudut ikatan 104,5˚
Kebanyakan
struktur organic mengandung lebih dari tiga atom dan lebih bersifat berdimensi tiga dari pada
berdimensi dua. Rumus struktur yang terdahulu untuk aminiak (NH3)
menggambarkan satu teknik untuk
menyatakan suatu struktur dimensi tiga.
(Fessenden
& Fessenden.2005 :17)
E.
Energy disosiasi ikatan.
Bila
atom saling terikat membentuk molekul , energy dilepaskan (biasanya sebagai
kalor atau cahaya). Jadu untuk molekul agar terdiosiasi menjadi atom-atomnya,
harus diberikan energy. Ada dua cara
agar ikatan dapat terdiosisasi. Satu cara adalah karena pemaksapisahan
heterolitik (Heterolytic Cleavage)( yunani hetero, “berbeda”) dimana kedua
elektron ikatan dipertahankan pada satu atom. Hasil dari pembelahan heterolik
adalah sepasang ion. Proses lain yang memungkinkan suatu ikatan terdisosiasi
adalah pemaksa pisahan homolitik(Yunani, homo, “sama”).
Dalam
hal ini setiap atom yang turut dalam ikatan kovalen menerima satu elektron dari
pasangan yang saling dibagi yang asli. Yang dihasilkan adalah atom yang secara
listrik netral atau gugus atom. Pemaksapisahan homolitik menghasilkan atom atau gugus atom
yang mempunyai elektron yang berpasangan. Atom seperti H+ atau gugus atom seperti H3C yang
mengandung elektron tak berpasangan
disebut radikal bebas. Radikal bebas biasanya netral secara listrik
karena itu tak ada tarikan elektrostatik antara radikal bebas seperti ion. Energy
disosiasi ikatan memungkinkan ahli kimia untuk menghitung kesetabilan relative
dari senyawa dan meramaikan (sampai tariff tertentu) sebab-sebab reaksi kimia. Misalnya
suatu reaksi yang akan dibahas kemudian dalam teks ini adalah khlorinasi metana
CH4 :
CH4 + Cl2 ® CH3Cl + HCl
(Fessenden &
Fessenden.2005:17-20)
G.
Konsep asam dan basa dalam kimia organik
Asam
Bronsted-Lowry adalah zat yang dapat memberi H+ ; basa
Bronsted-Lowry adalah zay yang dapat menerima H+. Kekuatan asam atau
basa masing-masing dilaporkan sebagai Ka atau Kb. Asam yang lebih kuat mempunya
nilai Ka yang lebih besar; basa yang lebih kuat mempunya Kb yang lebih besar.
Basa konjugat dari asam kuat adalah basa lemah sedangkan
basa konjugat dari asam yang sangat lemah adalah basa kuat. Dalam persamaan
berikut, dalam berkurangnya kuat asam HA bertambah kuat basa. (Fessenden
& Fessenden.2005:27-37)
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapuscoba anda jelaskan maksud dari kalimat anda ini Dalam persamaan berikut, dalam berkurangnya kuat asam HA bertambah kuat basa. !
BalasHapus@Chrisyanto : Asam Bronsted-lowry adalah zat yang dapat memebrikan H+. basa bronsted-lowry adalah zat yang dapat menerima H+. kekuatan asam dan bsa masing-masing dilaporkan sebagai Ka atau sebgai Kb. Asam yang lebih kuat mempunyai nilai Ka yang lebih besar. Basa yang lebih kuat mempunyai Kb yang lebih besar.
BalasHapusAsam kuat (PKa < -1): HCl, HNO3, H2SO4
Asam lemah (Pka >3): CH3COH, HCN, H2O
Basa Kuat: -OH,-OCH3
Basa lemah: NH3, CH3, NH2
Basa konjugat dari asam kuat adalah basa lemah, sedangkan basa konjugat dari asam yang sangat lemah adalah basa kuat. Persamaannya:
H-A ==== H+ + :A-
Asam kunjugat dari A Basa kunjugat dari HA
materi yang anda sampaikan sudah baik, hanya saja harus diberikan contoh gambaran dari Konsep asam dan basa dalam kimia organik.
BalasHapusTERIMAKASIH ATAS SARAN DAN KOMENTARNYA NOVA:)
HapusSaya ingin menambah jawaban pada soal no 2, Disebut transisi elektronik karena elektron yang menempati satu orbital dengan energi terendah dapat berpindah ke orbital lain yang memiliki energi lebih tinggi jika menyerap energi, begitupun sebaliknya elektron dapatberpindah dari orbital yang memiliki energi lebih rendah jika melepaskan energi. Energi yang diterima atau diserap berupa radiasi elektromagnetik. UV mampu menyebabkan perpindahan elektron (promosi elektron) atau yang disebut transisi elektronik. Transisi elektronik dapat diartikan sebagai perpindahan elektron dari satu orbital ke orbital yang lain.
BalasHapusPenyerapan sinar UV tampak menyebabkan terjadinya eksitasi molekul dari energy dasar ke energy yang lebih tinggi. Pengabsorbsian sinar UV tampak oleh suatu molkul menghasilkan eksitasi electron bonding. Akibatnya panjang gelombang Absorbsi maksimum dapat dikorelasi dengan jenis ikatan yang ada pada molekul yang diselidiki. Pada zat-zat pengabsorbsian ini berkaitan dengan tiga jenis transisi electron yaitu electron-elektron pi, sigma, dan n, yang meliputi molekul atau ion organic dan sejumlah anorganik.
Jadi dapat disimpulkan Salah satu electron yang berpasangan berpromosi ke orbital yang lebih tinggi tingkat energinya sehingga jumlah electron yang tidak berpasangan sama dengan jumlah ikatan yang akan terbentuk. Atom yang sedemikian disebut dalam keadaan tereksitasi. Promosi yang mungkin adalah dari ns ken p dan ns ke ns ke nd atau (n-1)d.
Baccarat - Live dealer, video poker, baccarat - febcasino.com
BalasHapusPlay Baccarat, Live dealer, video งานออนไลน์ poker, baccarat online for real 1xbet korean money on 바카라 사이트 FEBCASINO.COM.