Klasifikasi
Senyawa Organik
Tujuan
Pembelajaran :
1. Menginterpretasikan kereaktifan
berdasrkan bangun molekul senyawa organic rantai terbuka, tertutup.
2. Menginterpretasikan Kereaktifan
berdasarkan bangun molekul senyawa homosiklik dan heterosiklik.
Bahan
Kajian :
1.
Senyawa
Rantai terbuka
2.
Senyawa
Rantai tertutup
3.
Senyawa
Homosiklik
4.
Senyawa
Heterosiklik
A.
Senyawa
Rantai Terbuka
Senyawa
rantai terbuka adalah senyawa yang mengandung system rantai terbuka dari
senyawa karbon. Rantai berupa rantai lurus(tidak bercabang) atau bercabang.
Senyawa rantai terbuka juga disebut senyawa alifatik, yang berarti lemak.
a.
Alkana
Rantai Lurus
Dalam
system IUPAC Alkana adalah rantai lurus.
Banyak Karbon
|
Struktur
|
Nama
|
1
|
CH4
|
Metana
|
2
|
CH3CH3
|
Etana
|
3
|
CH3CH2CH3
|
Propana
|
4
|
CH3(CH2)2CH3
|
Butana
|
5
|
CH2(CH2)3CH3
|
Pentana
|
6
|
CH2(CH2)4CH3
|
Heksana
|
7
|
CH2(CH2)5CH3
|
Heptana
|
8
|
CH2(CH2)6CH3
|
Oktana
|
9
|
CH2(CH2)7CH3
|
Nonana
|
10
|
CH2(CH2)8CH3
|
Dekana
|
(Fessenden & Fessenden.2005:89-90)
b.
Rantai
Bercabang
1.
Rantai
Samping Bercabang
Dalam
system IUPAC alkil merupakan Ranati saming bercabang. Gugus bercabang biasa
mempunyai nama spesifik . misalnya gugus propil disebut gugus propil dan gugus
isopropil. Untuk menekanka bahwa suatu rantai samping tidak bercabang, sering
digunakan awala n-. awala n-sebenarnya berlebihan karena tak adanya suatu awalan
juga menandakan suatu rantai lurus. Awalan iso untuk menyatak suatu cabang
metil pada ujung rantai samping alkil.
2.
Cabang
Ganda
Jika
dua cabang atau lebih terikat pada suatu rantai induk, ditambahkan lebih banyak
awalan pada nama induk. Awalan-awalan itu diurutkan secara alphabet.
Masing-masing yang menyataka posisi lekatnya.
Jika
dua subsituen atau lebih pada suatu induk itu sama (misalnya 2 gugus metil atau
3 gugus etil). Maka gugus-gugus ini digabung dalam satu nama. Misalnya:
Dimetil, berarti “ dua gugus metil dan Trietil berarti “Tigas gugus etil”.
Nomor
|
Awalan
|
2
|
di-
|
3
|
Tri-
|
4
|
Tetra-
|
5
|
Penta-
|
6
|
Hexa-
|
Dalam
senyawa rantai terbuka gugus-gugus yang terikat oleh ikatan sigma dapat
berotasi mengelilingi ikatan itu. Oleh karena itu, atom-atom dalam suato moleku
rantai terbuka dapat memiliki banyak tak terhingga posisi di dalam ruang
relative satu terhadap yang lain. Contoh :etana sebuah molekul kecil, tetapi
etana dapat memiliki penataan dalam ruang secara berlain-lainnan, yang disebut
konformasi.
Untuk
mengemukakan konformasi akan digunakan tiga jenis rumus, yaitu : rumus
dimensional, rumus bola dan paksa dan proyeksi newman. Suat rumus bola dan
paksa dan rumus dimensional adalah representasi tiga dimensi dari model molekul
suatu senyawa.
Suatu
proyeksi newman adalah pandangan ujung ke ujung dari dua atom karbon saja dalam
molekul itu. Proyeksi newman dapat digambar untuk molekul denga n dua atom atau
lebih. Karena pada tiap kali hanya dua atom karbon dapat ditunjukkan dalam
royeksi itu, maka lebih dari satu proyeksi newman dapat di gambar untuk sebuah
molekul. Misalnya : dapat dikemukakan dua proyeksi newman untuk
3-kloro-1-propanol.
Dalam
rumus-rumus etana dan 3-kloro-1-propanol telah diperagakkan conformer yang
dalam mana atom-atom hydrogen terpisah sejauh mungkin satu dari yang lain.
Karena ikatan C-C dapat berotasi, maka atom-atom hydrogen dapat juga saling
menutup.
Butana
(CH3CH2CH2CH3), seperti etana dapat memiliki konformasi. Dalam butane terdapat
dua gugu metil yang relative besar. Terikat pada dua rabon pusat. Dipandang
dari keduakarbon pusat, hadirnya gugus-gugus metil ini menyebabkan terjadinya
dua macam konformasi goyang. Yang berbeda dalam hal posisi gugus-gugus metil
ini satu terhadap yang lain.
Semakin
besar gugus – gugus yang terikat pada kedua atom karbon, akan makin besar
selisih energy antara
konformasi-konformasi molekul itu. Diperlukan lebih banyak energy untuk
mendorong dua gugus besar agar berdekatan dengan gugus kecil.
Contoh
Ikatan Rantai Terbuka yaitu: Hidrokarbon
Senyawa hidrokarbon adalah senyawa
yang terdiri atas hidrogen dan karbon. Pembakaran sempurna senyawa hidrokarbon
akan menghasilkan uap air (H2O) dan karbon dioksida (CO2)
dan pembakaran tidak sempurna senyawa hidrokarbon akan menghasilkan uap air (H2O),
karbon dioksida (CO2), dan karbon monoksida (CO). Sumber utama
senyawa karbon adalah minyak bumi dan batu bara.Adanya uap air dapat dideteksi
dengan menggunakan kertas kobalt biru yang akan menjadi berwarna merah muda
dengan adanya air. Sedangkan adanya gas karbon dioksida dapat dideteksi dengan
menggunakan air barit (Ca(OH)2 atau Ba(OH)2) melalui
reaksi:
CO2 (g)
+ Ca(OH)2 (aq) CaCO3 (s)
+ H2O (l)
Senyawa karbon yang pertama kali
disintesis adalah urea (dikenal sebagai senyawa organik) oleh Friederick Wohler
dengan memanaskan amonium sianat menjadi urea di laboratorium.
Karbon
organic
|
Karbon
anorganik
|
Di dalam strukturnya terdapat
rantai
atom karbon.
|
Di dalam strukturnya tidak
terdapat
rantai atom karbon
|
Struktur molekulnya dari yang
sederhana sampai yang besar dan
kompleks
|
Struktur molekulnya sederhana
|
Mempunyai isomer
|
Tidak mempunyai isomer
|
Mempunyai ikatan kovalen
|
Mempunyai ikatan ion
|
Titik didih/leleh rendah
|
Titik didih/leleh tinggi
|
Umumnya tidak mudah larut dalam
air
|
Mudah larut dalam air
|
Kurang stabil terhadap pemanasan
|
Lebih stabil terhadap pemanasan
|
Reaksi umumnya berlangsung lambat
|
Reaksi berlangsung lebih cepat
|
Dalam berikatan sesama atom karbon
terdapat tiga kemukinan, pertama membentuk ikatan tunggal, ikatan rangkap dua
dan ikatan rangkap tiga. Untuk penyederhanaan dapat kita ibaratkan Ikatan
tunggal terjadi dari orbital s dan disebut ikatan (σ) sigma pada orbital hibrid
sp3 dan bentuk molekul tetrahedron dengan sudut 109,5o. Senyawa
dengan ikatan tunggal disebut dengan senyawa hidrokarbon jenuh.
Senyawa hidrokarbon dengan ikatan
rangkap dua terjadi pada orbital p, dan ikatan ini dikenal dengan ikatan π,
pada ikatan rangkap dua terjadi perubahan sudut akibat dua orbital p berposisi
sejajar sehingga membentuk orbital sp2 (segi tiga datar) dan sudut yang
terbentuk adalah 120o. Sama halnya dengan ikatan rangkap tiga
terdapat dua orbital p dalam posisi sejajar sehingga merubah bentuk orbital sp
menjadi (bentuk planar) dengan sudut 180o.
Atom karbon pada senyawa hidrokarbon
memiliki posisi yang berbeda-beda.Semua atom karbon (merah) yang dapat mengikat
3 atom hidrogen dan berposisi di tepi, disebut dengan atom karbon primer. Atom
karbon nomor 3 (hijau) yang mengikat 2 atom hidrogen disebut dengan atom karbon
sekunder. Demikian pula atom karbon yang mengikat hanya 1 atom hidrogen (warna
abu-abu) memiliki posisi sebagai atom karbon tersier.
Setiap atom Karbon dalam kerangka
senyawa hidrokarbon dapat mengikat atom lain seperti atom hidrogen, oksigen,
nitrogen, belerang, klor dan lainnya. Perbedaan atom yang diikat menyebabkan
perubahan khususnya pada polaritas sehingga menyebabkan perbedaan sifat-sifat
kimia molekul yang dibentuk.
Secara umum senyawa hidrokarbon
memiliki ciri-ciri seperti, dibangun oleh kerangka atom karbon, ikatan yang
membentuk senyawa merupakan ikatan kovalen. Senyawa ini titik didih yang rendah
sesuai dengan berkurangnya jumlah atom karbon penyusunnya, mudah terbakar.
Senyawa Hidrokarbon, yaitu : Alkana,
Alkena, Alkuna
Ø
Senyawa Hidrokarbon alifatik
Senyawa hidrokarbon alifatik adalah
senyawa karbon yang rantai C nya terbuka dan rantai C itu memungkinkan bercabang.
Berdasarkan jumlah ikatannya, senyawa hidrokarbon alifatik terbagi
menjadi senyawa alifatik jenuh dan tidak jenuh.
a. Senyawa alifatik jenuh adalah senyawa
alifatik yang rantai C nya hanya berisi ikatan-ikatan tunggal saja.
Golongan ini dinamakan alkana. Deret homolog senyawa
alkana: senyawa hidrokarbon
Suku ke
|
n
|
rumus molekul
|
nama
|
Titik didih (°C/1 atm)
|
massa 1 mol dalam g
|
1
|
1
|
CH4
|
metana
|
-161
|
16
|
2
|
2
|
C2H6
|
etana
|
-89
|
30
|
3
|
3
|
C3H8
|
propana
|
-44
|
44
|
4
|
4
|
C4H10
|
butana
|
-0.5
|
58
|
5
|
5
|
C5H12
|
pentana
|
36
|
72
|
6
|
6
|
C6H14
|
heksana
|
68
|
86
|
7
|
7
|
C7H16
|
heptana
|
98
|
100
|
8
|
8
|
C8H18
|
oktana
|
125
|
114
|
9
|
9
|
C9H20
|
nonana
|
151
|
128
|
10
|
10
|
C10H22
|
dekana
|
174
|
142
|
b. Senyawa alifatik tak jenuh adalah
senyawa alifatik yang rantai C nya terdapat ikatan rangkap dua atau rangkap
tiga. Jika memiliki rangkap dua dinamakan alkena dan memiliki rangkap
tiga dinamakan alkuna. Contoh senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh:
senyawa hidrokarbon
1. Senyawa alkena
Lima suku pertama alkena
Suku ke
|
n
|
Rumus struktur
|
Nama
|
1
2 3 4 5 |
2
3 4 5 6 |
CH2=CH2
CH2=CH–CH3 CH2=CH–CH2–CH3 CH2=CH–CH2–CH2–CH3 CH2 = CH – CH2 – CH2 -CH2 – CH3 |
etena
propena 1-butena 1-pentena 1-heksena |
2. Senyawa Alkuna
Suku ke
|
n
|
rumus molekul
|
nama
|
2
|
2
|
C2H2
|
etuna
|
3
|
3
|
C3H4
|
propuna
|
4
|
4
|
C4H6
|
butuna
|
5
|
5
|
C5H8
|
pentuna
|
6
|
6
|
C6H10
|
heksuna
|
7
|
7
|
C7H12
|
heptuna
|
8
|
8
|
C8H14
|
oktuna
|
9
|
9
|
C9H16
|
nonuna
|
10
|
10
|
C10H18
|
dekuna
|
Ø
Senyawa
hidrokarbon siklik
Senyawa hidrokarbon siklik adalah
senyawa karbon yang rantai C nya melingkar dan lingkaran itu mungkin juga
mengikat rantai samping. Golongan ini terbagi lagi menjadi senyawa
alisiklik dan aromatik.
- Senyawa alisiklik yaitu senyawa karbon alifatik yang membentuk rantai tertutup.Contoh senyawa alisiklik
- Senyawa aromatik yaitu senyawa karbon yang terdiri dari 6 atom C yang membentuk rantai benzena.
(Allinger, Norman L. et.al. 1976. Organic
Chemistry. Second edition. New York: Worth Publishers Inc)
B.
Senyawa
Rantai Tertutup
Senyawa Rantai
Tertutup adalah senyawa yang mengandung rantai tertutup atau lebih (cincin)
yang dikenal senyawa siklik atau cincin. Dalam tahun 1885 Adoli Von Baeyer
seorang ahli kimia Jerman, melontarkan teori bahwa senyawa siklik membentuk cincin-cincin
datar. Kecuali siklopentena semua seyawa siklik menderita tarikan, karena sudut
ikatan mereka menyimpang dari sudut tetrahedral 109,5 .0. Ia
menyarankan bahwa, karena sudut cincin luar biasanya kecilnya, maka
siklopropana dan siklibutana lebih reaktif dari pada alkana
rantai-terbuka. Menurut Baeyer
Sikloprntena merupakan system cincin yang paling stabil. Dan kemudian
reaktivitasnya meningkat lagi mulai dengan sikloheksana. Teori Baeyer tidak
seluruhnya benar. Sikloheksena dan cincin yang lebih besar lagi tidak lebih reaktif
dari pada siklopentena. Sekarang diketahui bahwa sikloheksana bukanlah suatu
cincin datar dengan sudut ikatan 1200, melainkan suatu cincin yang
agak telipat dengan sudut ikatan mendekati 1090, sudut ikatan sp3
biasa.
-AH
(kkal/mol)
|
-AH
per CH2(kkal/mol)
|
Energi
tarikan per CH2 (kkal/mol)6
|
Energitarikan
total (kkal/mol)
|
|
Siklopropana
|
449,8
|
166,6
|
9,2
|
27,6
|
Siklobutana
|
655,9
|
164,0
|
6,6
|
26,4
|
Siklopentena
|
793,5
|
158,7
|
1,3
|
6,5
|
Sikloheksana
|
944,5
|
157,4
|
0
|
0
|
Teori sekarang akan
mengatakan bahwa orbital sp3 atom-atom karbon dalam siklopropana tak dapat
tu,psng tindih lengkap satu sama lain. Karena sudut antara atom-atom karbon
siklopropana secara geometris harus 600. Ikatan-ikatan sigma cincin
siklopropana berenergi lebih tinggi dari pada ikatan-ikatan sigma sp3 yang mempunyai
sudut ikata normal. Ikatan-ikatan sigma cincin siklopropana berenergi lebih
tinggi dari pada ikatan-ikatan sigma C-C lainnya, serta dalam reaksi-reaksi
yang sepadan, dibebaskan lebih banyak energy.
Siklobutana tak sereaktif
siklopropana , tetapi lebih reaktif dari siklopentena. Tunduk dari teori
Beeyer, cincin siklopentena stabil dan jauh kalah reaktif dibandingkan dengan
cincin tiga dan empat anggota.
Ramalan Bleyer
meleset untuk sikloheksana dan cincin-cincinnya lebih besar. Ternayata
Sikloheksana memiliki konformasi terlipat dan bukan sebagai cincin rata,
seperti tidak sangat reaktif.
Contoh Senyawa Rantai Tertutup:
v CH3
– CH2 – CH2 – CH2 – C = O
|
H
v CH3
– CH = CH – CH2 – CH3
|
CH3 – CH– CH2 – CH3
v CH3
– CH2 – CH2 – C – O – CH – CH3
||
|
O
CH3
v CH3 – CH2 –
C CH
(Fessenden & Fessenden.2005:123-124)
C.
Senyawa
Homosiklik
Senyawa
Homosiklik adalah dimana cincinnya terdiri dari atom-atom. Senayawa Homsiklik
dibagi menjadi 2 yaitu:
1.
Senyawa
Alisiklik
Senyawa
Alisiklik adalah sebuah cincin yang beranggota tiga atau lebih atom karbon yang
menyerupai senyawa alifatik seperti dalam homosiklik disebut senyawa alisiklik.
Hidrokarbon alisiklik mempunyai rumus Cn H2n. Contoh : Siklopropana,
siklobutana, sikloheksana.
2.
Senyawa
Aromatik
Senayawa
Aromatik adalah senyawa yang mengandung cincin dari atom karbon dengan ikatan
ganda dan tunggal yang berseling-seling dan memiliki bau dan harum.
(Eicher, T.; Hauptmann, S. (2nd ed.
2003). The Chemistry of Heterocycles: Structure, Reactions,
Syntheses, and Applications.
Wiley-VCH)
D.
Senyawa
Hetorosiklik
senyawa heterosiklik aromatik adalah suatu senyawa siklik di
mana atom-atom yang terdapat dalam cincin terdiri atas dua atau lebih unsur
yang berbeda. Cincin heterosiklik dapat bersifat aromatik, sama seperti pada
cincin benzena. Senyawa heterosiklik banyak terdapat di alam sebagai suatu
alkaloid (seperti, morfin, nikotin dan kokain), asam-asam nukleat (pengemban
kode genetik), dan senyawa biologi lainnya.Contoh:
Senyawa
Hetorosiklik adalah ketika lebih dari satu cincin. Dalam senyawa ini umumnya
satu atau lebih atom unsur seperti nitrogen, sulfur atau oksigen berada ada di
dalam cincin. Senyawa
heterosiklik atau heterolingkar adalah sejenis senyawa kimia yang mempunyai
struktur cincin yang mengandung atom selain karbon, seperti belerang, oksigen,
ataupun nitrogen yang merupakan bagian dari cincin tersebut. Senyawa-senyawa
heterosiklik dapat berupa cincin aromatik sederhana ataupun cincin nonaromatik.
Beberapa contohnya adalah piridina (C5H5N),pirimidina (C4H4N2) dan dioksana
(C4H8O2).Menurut Erich Huckel, suatu senyawa yang mengandung cincin beranggota
lima atau enam bersifat aromatik jika:
· Semua atom penyusunnya terletak dalam bidang datar (planar)
· Setiap atom yang membentuk cincin memiliki satu orbital 2p
· Memiliki elektron pi dalam susunan siklik dari
orbital-orbital 2p sebanyak 4n+2
Di samping benzena dan turunannya,
ada beberapa jenis senyawa lain yang menunjukkansifat aromatik, yaitu mempunyai
ketidakjenuhan tinggi dan tidak menunjukkan reaksi-reaksiseperti alkena.
Senyawa benzena termasuk dalam golongan senyawa homosiklik, yaitu senyawa yang
memiliki hanya satu jenis atom dalam sistem cincinnya terdapat senyawa
heterosiklik, yaitu senyawa yang memiliki lebih dari satu jenis atom dalam
sistem cincinnya, yaitu cincin yang tersusun dari satu atau lebih atom yang
bukan atom karbon. Sebagai contoh, piridina dan pirimidina adalah senyawa
aromatik seperti benzena. Dalam piridina satu unit CH dari benzene digantikan
oleh atom nitrogen yang terhibridisasi sp2 dan dalam pirimidina dua unit
CHdigantikan oleh atom-atom nitrogen yang terhibridisasi sp2
.
Ø
MACAM-MACAM SENYAWA HETEROSIKLIK
AROMATIK
1.
Piridina
Piridina mempunyai struktur yang
serupa dengan benzena: Masing-masing atom penyusun cincin, terhibridisasi sp2
dan mempunyai satu electron dalam orbital p yang disumbangkan ke awan elektron
p aromatik.Bila suatu cincin benzena disubstitusi dengan gugus penarik
elektron, seperti –NO2 maka substitusi nukleofilik aromatik sangat dimungkinkan. Nitrogen dalam piridin menarik rapatan elektron dari bagian
lain cincin itu, sehingga piridin juga mengalami substitusi nukleofilik.
Substitusi berlangsung paling mudah pada posisi2, diikuti oleh posisi 4, tetapi
tidak pada posisi 3.
Substitusi pada posisi C-3
berlangsung lewat zat antara dalam mana nitrogen tak dapat membantu
menstabilkan muatan negatif, sehingga memiliki energi yang lebih tinggi yang menyebabkan
laju reaksi lebih lambat.
v Benzena tanpa subtituen, tidak mengalami substitusi
nukleofilik.
v Piridin mengalami substitusi nukleofilik, jika digunakan
basa yang sangat kuat, seperti reagensia litium atau ion amida.
2.
Kuinolin dan Isokuinolin
Kuinolin dan isokuinolin, keduanya
merupakan basa lemah (pKb masing-masing 9,1 dan 8,6). Kuinolin dan isokuinolin,
keduanya menjalani substitusi elektrofilik dengan lebih mudahMdari piridin,
tetapi dalam posisi 5 dan 8 (pada cincin benzenoid, bukan pada cincin ntrogen).
3.
Furan
Furan, juga dikenal sebagai furfuran
dan furana, adalah sejenis senyawa kimia heterosiklik. Furan umumnya diturunkan
dari dekomposisi termal bahanbahan yang mengandung pentosa. Furan tidak
berwarna, mudah terbakar, sangat mudah menguap dengan titik didih mendekati
suhu kamar. Ia beracun dan kemungkinan karsinogenik. Hidrogenasi katalitik
furan dengan katalis paladium menghasilkan tetrahidrofuran.Furan bersifat
aromatik karena satu pasangan menyendiri elektron pada atom oksigen terdelokalisasi
ke dalam cincin, menghasilkan sistem aromatik 4n+2 (lihat kaidah Hückel) yang sama
dengan benzena. Oleh karena aromatisitasnya, molekul berbentuk datar dan tidak mempunyai
ikatan rangkap dua yang diskret. Oleh karena aromatisitasnya, sifat-sifat furan
berbeda dengan eter heterosiklik yang umumnya dijumpai seperti tetrahidrofuran.
4.
Pirol
Pirola atau pirol, adalah sejenis
senyawa organik aromatik heterosiklik beranggota lima dengan rumus kimia C4H4NH.
Turunan tersubstitusinya juga disebut pirola. Sebagai contoh,C4H4NCH3 adalah
N-metilpirola. Porfobilinogen adalah pirola yang ter-trisubstitusi yang merupakan
prekursor biosintetik banyak produk alami.
Pirola merupakan komponen makrolingkar yang lebih kompleks,meliputi
porfirin heme, klorin dan bakterioklorin klorofil, dan porfirinogen.
Pirola mempunyai kebasaan yang
sangat rendah dibandingkan amina dan senyawa aromatik lainnya seperti piridina,
di mananitrogen pada cincin tidak berikatan dengan atom hidrogen. Kebasaan yang
lebih rendah ini disebabkan oleh delokalisasi pasangan menyendiri elektron atom
nitrogen apada cincin aromatik.
Ø
TATA NAMA SENYAWA HETEROSIKLIK
Sama seperti senyawa polisiklik aromatik, senyawa
heterosiklik aromatik juga memiliki nama tertentu sebagai berikut.
Ø
Penataan nama senyawa heterosiklik menggunakan sistem
penomoran. Nomor terendah sedemikian rupa diberikan kepada atom selain karbon
yang terkandung dalam cincin. Contoh :
Ø
Penataan nama dapat juga menggunakan huruf Yunani untuk
substituen mono, sama seperti pada senyawa polisiklik aromatik.
Purin
merupakan kerangka dasar pembentukan adenine dan guanin (senyawa pembentuk DNA)
(Budimarwanti,
2008, Struktur, tatanama, aromatisitas dan reaksi substitusi elektrofilik
senyawa
benzena,
Jogjakarta: Ebook digital)
bagus postingannya, tapi saya ingin memberi saran kepada saudari untuk menambahkan bagaimana bentuk ikatan sigma dan ikatan phi . terimakasih
BalasHapus@ Vini Gentari:
BalasHapusTerimakasih atas sarannya Saudarai Vini.
Ikatan pi (ikatan π) adalah ikatan kimia kovalen yang dua cuping orbital atom yang berlektron tunggal bertumpang tindih dengan dua cuping orbital atom lainnya yang juga berlektron tunggal. Hanya terdapat satu bidang simpul dari orbital yang melewati dua inti atom.
Ikatan sigma (ikatan σ) adalah sejenis ikatan kimia kovalen yang paling kuat. Ikatan sigma dapat dijelaskan dengan jelas untuk molekul diatomik menggunakan konsep grup simetri. Dalam pendekatan formal ini, ikatan σ adalah simetris terhadap rotasi di sumbu ikat. Dengan definisi ini, bentuk ikatan sigma yang umum adalah s+s, pz+pz, s+pz, dan dz2+dz2 (z ditentukan sebagai sumbu ikat).
selamat sore
BalasHapussaya ingin bertanya, coba anda jelaskan kembali macam-macam senyawa heterosiklik aromatik? M
terimakasih.
terimakasih atas pertanyaannya lukita. macam-macam senyawa heterosiklik aromatik yaitu: A. PENGERTIAN SENYAWA HETEROSIKLIK AROMATIK
HapusSenyawa heterosiklik atau heterolingkar adalah sejenis senyawa kimia yang mempunyai
struktur cincin yang mengandung atom selain karbon, seperti belerang, oksigen, ataupun nitrogen
yang merupakan bagian dari cincin tersebut. Senyawa-senyawa heterosiklik dapat berupa cincin
aromatik sederhana ataupun cincin nonaromatik. Beberapa contohnya adalah piridina, pirimidina, dan dioksana. Di samping benzena dan turunannya, ada beberapa jenis senyawa lain yang menunjukkan
sifat aromatik, yaitu mempunyai ketidakjenuhan tinggi dan tidak menunjukkan reaksi-reaksi
seperti alkena. terimakasih:)
selamat malam rostalinda rumapea, tolong jelaskan penamaan pada senyawa homosiklik? karena yang anda jelaskan hanya penamaan senyaw heterosiklik. terima kasih
BalasHapusterimakasih fitri sulastri atas pertanyaanya.enamaan pada senyawa homosiklik. Homosiklik merupakan aitu senyawa yang memiliki hanya satu jenis atom dalam sistem cincinnya. Terdapat senyawa heterosiklik, yaitu senyawa yang memiliki lebih dari satu jenis atom dalam sistem cincinnya, yaitu cincin yang tersusun dari satu atau lebih atom yang bukan atom karbon. Sebagai contoh, piridina dan pirimidina adalah senyawa aromatik seperti benzena. Dalam piridina satu unit CH dari benzena digantikan oleh atom nitrogen yang terhibridisasi sp2, dan dalam pirimidina dua unit CH digantikan oleh atom-atom nitrogen yang terhibridisasi sp2.jadi, aturan penamannya sama dengan heterosiklik. terimakasih:)
BalasHapus