Tujuan Pembelajaran:
1.
Menggambarkan orbital hibrida nitrogen dan
oksigen
2.
Membandingkan tingkat kesetabilan senyawa dengan
ikatan rangkap terkonjunggasi dan terisolasi
Bahan Kajian:
1.
Orbital Hibridisasi Nitrogen dan Oksigen
2.
Ikatan rangkap terkonjungasi
3.
Benzena dan resonasi
1. ORBITAL HIBRIDA DARI NITROGEN DAN OKSIGEN
A.
Amina
Banyak
gugus fungsi penting dalam senyawa organic mengandung nitrogen atau oksigen.
Secara elektronika, nitrgon sama dengan karbon, dan orbital atom dari nitrogen
berhibridasi menurut cara yang sangat bersamaan dengan karbon.
Molekul
ammonia mengandung atom nitrogen sp3 yang terikat pada tiga atom nitrogen.
Molekul amina mmepunyai struktur yang sama. Suatu atom nitrogen sp3 terikat
pada satu atau lebih atom karbon. Dalam baik ammonia atau amina, nitrogen mempunyai
satu orbital yang terisi dengan sepasang electron valensi menyendiri.
Pasangan
electron menyendiri dalam orbital terisi pada nitrogen ammonia dan amina.
Memungkinkan senyawa ini berfungsi sebagai basa. Bila amina diperlukan dengan
asam, electron yang tak terbagi digunakan untuk membentuk ikatan dengan asam.
Dan hasilnya adalah garam amina.
Seperti
halnya dengan karbon, nitrogen ditemukan juga dalam senyawa organic dalam
keadaan hibrida sp3 dan sp. Sekali lagi, perbedaan penting antara nitrogen dan
karbon adalah bahwa satu orbital dari nitrogen terisi dengan sepasang electron
menyendiri.
B. Air,
alcohol, dan eter
Seperti
karbon dan nitrogen membentuk ikatan dengan orbital hibrida sp3. Karena oksigen
mmepunyai electron ikatan, ia membentuk dua ikatan dan mempunyai dua orbital
berisi. Air adalah contoh senyawa yang mengandung oksigen sp3. Sudut ikatan
dalam air telah ditentukan yaitu sbesar 104,5 0 dan bukan 109,5 0
yang ideal. Diperkirakan bahwa orbital dengan electron menyendiri menekan sudut
iakatan H-O-H. seperti hal nya terisi dalam ammonia menekan sudut H-N-H.
Ada
sejumlah senyawa organic yang mengandung atom oksigen sp3. Untuk sekarang
ditinjau hanya dua, yaitu alcohol dn eter. Ikatan terhadap dalam alcohol dan
eter adalah lansung analog dengan ikatan
dalam air. Dalam setiap keadaan, oksigen terhibridisasi sp3 dan mmepunyai dua
pasang electron valensi menyendiri.
C. Senyawa
karbonil
Gugus
karbonil (C=O) mengandung atm karbon sp2 dihubungkan dengan atom oksigen oleh
ikatan rangkap. Geometri gugus karbonil ditentukan oleh karbon sp3. Gugus
karbonil adalah planar sekeliling sp2 trigonal.
Gugus
karbonil lebih polar dari pada gugus C-O dalam akohol atau eter. Bila salah
satu dari atom terikat pada karbon karbonil adalah hydrogen, maka senyawa
tersebut adalah akldehida. Bila dua karbon karbonil, maka senyawanya adalah
keton.
(Fessenden & Fessenden.2005:63-67)
2.
IKATAN
RANGKAP TERKONJUNGASI
Molekul organic dapat mengandung lebih dari satu gugus fungsi. Dalam
kebanyakan senyawa polifungsional. Ada dua cara pokok untuk menempatkan ikatan
rangkap dalam senyawa organic. Dan ikatan yang bersumber pada atom berdampingan
pada atom disebut ikatan rangkap konjungasi. Ikatan rangkap yang menggambarkan atom
yang tak berdampingan disebut ikatan rangkap terisolasi atau tak terkonjungasi.
Ikatan rangkap terisolasi berkelakuan mandiri, masing-masing ikatan
rangkap mengalami reaksi seakan-akan yang lain tak ada. Ikatan rangkap
terkonjungasi, sebaliknya tak saling mandiri yang satu terhadap yang lainnya,
ada interaksi elektronik yang terdapat antaranya.
Ikatan rangkap konjugasi adala ikatan rangkap selang seling dengan ikatan
tunggal atau disebut juga elektronnya dapat berpindah-pindah
(terdelokalisasi).ikatan rangkap keadaan yang terjadi dalam senyawa tak jenuh
yang didalam nya terdapat dua ikatan tunggal( satu ikatan sigma dan ikatan
pi)menghubungkan dua atom.
Ikatan rangkap terkonjugasi ialah ikatan yang kedudukan nya di selang oleh
satu ikatan tunggal seperti -CH=CH-CH=-CH.Pengaturan kembali electron melalui
orbital π, terutama dalam system konjugasi atau senyawa organic yang
atom-atomnya secara kovalen berikatan tunggal dan ganda secara bergantian
(C=C-C=C-C) dan mempengaruhi satu sama lainnya membentuk daerah delokalisasi
electron disebut dengan konjugasi. Elektron-elektron pada daerah delokalisasi
ini bukanlah milik salah satu atom, melainkan milik keseluruhan system
konjugasi ini.
(Fessenden
& Fessenden.2005:67-69)
3.
BENZENA
DAN RESONASI
A. Benzena
Benzene
(C6H6) adalah senyawa siklik dengan enam atom karbon yang tergabung dalam
cincn. Setiap atom karbon terhibridisasi sp2 dan cincinnya adalah planar.
Benzene adalah salah satu dari golongan senyawa aromatic, senyawa yang
mengandung awan pi aromatic. Setiap atom
karbon mempunyai satu atom hydrogen yang terikat padanya, dan setiap atom
karbon juga mempunyai orbital p tak terhibridisasi tegak lurus terhadap bidang
ikatan sigma dan cincin.
Dapat
diketahui bahwa semua panjang ikatan karbon-karbon dalam benzene adalah sama,
1.40 A. keenem ikatan adalah lebih panjang dari pada ikatan rangkap C-C, tetapi
lebih pendek dari ikatan tunggal C-C. bila cincin benzena mengandung tiga
ikatan rangkap berkalisasi oleh tiga ikatan tunggal, ikatannya akan berbeda
panjangnya. Faktanya bahwa semua ikatan karbon-karbon dalam cincin benzene
memunyai panjang yang sama menyarankan bahwa cincin benzena tak mengandung
ikatan tunggal dan rangkap yang saling berikatan.
(Fessenden & Fessenden.2005:69-70)
Ikatan rangkap pada benzena berbeda
dengan ikatan rangkap pada alkena. Ikatan rangkap pada alkena dapat mengalami
reaksi adisi, sedangkan ikatan rangkap pada benzena tidak dapat diadisi, tetapi
benzena dapat bereaksi secara substitusi. Contoh:
Reaksi adisi : C2H4
+ Cl2 → C2H4Cl2
Reaksi substitusi : C6H6
+ Cl2 → C6H5Cl + HCl
Menurut Friedrich August Kekule,
keenam atom karbon pada benzena tersusun secara siklik membentuk segienam
beraturan dengan sudut ikatan masing-masing 120°. Ikatan antaratom karbon
adalah ikatan rangkap dua dan tunggal bergantian (terkonjugasi).
Analisis sinar-X terhadap struktur
benzena menunjukkan bahwa panjang ikatan antaratom karbon dalam benzena sama,
yaitu 0,139 nm. Adapun panjang ikatan rangkap dua C=C adalah 0,134 nm dan
panjang ikatan tunggal C–C adalah 0,154 nm. Jadi, ikatan karbon-karbon pada
molekul benzena berada di antara ikatan rangkap dua dan ikatan tunggal. Hal ini
menggugurkan struktur dari Kekule.
Berdasarkan hasil analisis sinar-X
maka diusulkan bahwa ikatan rangkap pada molekul benzena tidak terlokalisasi
pada karbon tertentu melainkan dapat berpindah-pindah (terdelokalisasi). Gejala
ini dinamakan resonansi. Untuk menggambarkan ikatan rangkap dua yang
terdelokalisasi pada molekul benzena dinyatakan dengan bentuk lingkaran,
seperti ditunjukkan berikut ini.
Teori resonansi dapat menerangkan
mengapa benzena sukar mengalami reaksi adisi. Sebab, ikatan rangkap dua
karbon-karbon dalam benzena terdelokalisasi dan membentuk cincin yang kuat
terhadap reaksi kimia sehingga tidak mudah diganggu.
Pada suhu kamar, benzena berwujud
cair dengan bau yang khas, tidak berwarna, bersifat racun, dan mudah terbakar.
Titik didih benzena 80 °C dan titik bekunya 5,5 °C. Lihat tabel berikut.
Tabel 1. Titik Beku dan Titik Didih dari Molekul Benzena
|
Nama
|
Titik
Beku (°C)
|
Titik
Didih (°C)
|
|
Benzena
|
5,5
|
80
|
|
Naftalena
|
81
|
218
|
|
Antrasena
|
216
|
342
|
|
Metilbenzena
|
–
95
|
111
|
|
Stirena
|
–
31
|
145
|
|
o–dimetilbenzena
|
–
25
|
144
|
|
m–dimetilbenzena
|
–
48
|
139
|
|
p–dimetilbenzena
|
13
|
138
|
Benzena paling banyak digunakan
sebagai pelarut senyawa karbon yang bersifat nonpolar dan sebagai bahan baku
untuk pembuatan senyawa turunan benzena. Semua senyawa karbon yang mengandung
cincin benzena digolongkan sebagai turunan benzena. Reaksi umum benzena adalah
reaksi substitusi, yaitu penggantian atom H oleh gugus lain tanpa mengganggu
cincin karbonnya. Contoh:
Untuk pertama kalinya benzena
diisolasi pada tahun 1825 oleh Michael Faraday dari residu berminyak yang
tertimbun dalam pipa induk gas di London. Kemudian pada tahun 1834 ditetapkan
rumus molekul benzena adalah C6H6. Struktur yang
mula-mula diusulkan pada tahun 1865 tidak mengandung ikatan rangkap karena
benzena tidak mudah mengalami reaksi adisi seperti pada alkena. Struktur yang
demikian ini tidak sesuai dengan tetravalensi karbon.
Agar tidak menyalahi tetravelensi
karbon, pada tahun 1872 Friedrich August Kekule mengusulkan bahwa benzena
mengandung tiga ikatan tunggal dan tiga ikatan rangkap yang berselang-seling.
Rumus
struktur di atas dapat disederhanakan penulisannya menjadi:
Pengukuran spektroskopik menunjukkan
bahwa molekul benzena adalah planar dan semua ikatan karbon-karbonnya sama
panjang yaitu 1,39 Å. Ikatan karbon-karbon pada benzena panjangnya di
antara ikatan karbon-karbon tunggal (1,47 Å) dan ikatan karbon-karbon rangkap
(1,33 Å).
Ikatan karbon-karbon pada benzena
terdiri atas ikatan sigma ( σ ) dan ikatan phi ( π ). Menurut
teori ini ikatan valensi orbital molekul terbentuk dari tumpang tindih
orbital-orbital atom. Ikatan kovalen yang terbentuk dari tumpang tindih ujung
dengan ujung disebut ikatan sigma ( σ ), sedangkan ikatan kovalen yang
terbentuk dari tumpang tindih sisi dengan sisi disebut ikatan phi ( π ).
Contoh ikatan sigma ( σ ) dari tumpang tindih
orbital p – p (ujung dengan ujung).
Contoh
ikatan phi ( π ) dari tumpang tindih orbital p – p (sisi dengan sisi).
Ikatan yang pertama antara dua atom
merupakan ikatan sigma, dan ikatan yang kedua merupakan ikatan phi. Jadi ikatan
tunggal adalah ikatan sigma, dan ikatan kovalen rangkap dua terdiri atas ikatan
sigma dan ikatan phi.
Benzena mempunyai enam
karbon sp2 dalam sebuah cincin segi enam datar. Tiap atom
karbon memiliki satu orbital p yang tegak lurus bidang cincin. Tumpang tindih
keenam orbital p mengakibatkan terbentuknya enam orbital molekul sehingga
terbentuk awan elektron berbentuk “donat” pada bagian atas dan bawah cincin
segi enam benzena.
Referensi
: S.Chand Success Guide Inorganic Chemistry Oleh G. D. Tuli, 2005 &
Shriver & Atkins’ Inorganic Chemistry edisi 5, 2010
B.
Resonansi
Metana
(CH4) dan etilena (CH2=CH2)adalah senyawa dari
organic dan struktur yang dapat digambarkan secara beralasan dengan menggunakan
rumus ikatan dalam ikatan valensi tunggal. Dalam setiap hal, suatu garis
menghubungkan dua lambing atom menyatakan ikatan kovalen antara dua atom.
Benzena
adalah contoh suatu senyawa organic yang
tak dapat digambarksan secara teliti oleh rumus ikatan valensi tunggal.
Delokalasi dari electron pi menghasilkan system dalam mana electron pi mencakup
lebih dari pada dua atom. Untuk dapat menggambarkan distribusi electron pi
dalam benzene dengan menggunakan rumus ikatan yang valensi klasik, harus
digunakan dua rumus.
Resonansi terjadi karena adanya delokalisasi elektron dari
ikatan rangkap ke ikatan tunggal. Delokalisasi elektron yang terjadi pada benzena
pada struktur resonansi adalah sebagai berikut:
Hal yang
harus diperhatikan adalah, bahwa lambang resonasi bukan struktur nyata dari
suatu senyawa, tetapi merupakan struktur khayalan. Sedangkan struktur nyatanya
merupakan gabungan dari semua struktur resonansinya. Hal ini pun berlaku dalam
struktur resonansi benzena, sehingga benzena lebih sering digambarkan sebagai
berikut:
Teori
resonansi dapat menerangkan mengapa benzena sukar diadisi. Sebab, ikatan
rangkap dua karbon-karbon dalam benzena terdelokalisasi dan membentuk semacam
cincin yang kokoh terhadap serangan kimia, sehingga tidak mudah diganggu. Oleh
karena itulah reaksi yang umum pada benzena adalah reaksi substitusi terhadap
atom H tanpa mengganggu cincin karbonnya.
Kedua rumus
ikatan valensi untuk benzene disebut
kekule untuk mengamati Frierich August Kekule., yang mengusulkan pertama
kalinya 1972. Kedua struktur kokule ini dikatakan ada dalam resonasi yang satu
dengan yang lainnya. Dengan aslasan struktur kokule disebut juga lambang
resonasi. Bila suatu struktur molekul dapat digambarkan oleh dua atau lebih
rumus ikatan valensi yang berbeda hanya kedudukannya dalam electron. Bila
berbagai struktur resonasi dapat ditulis untuk senyawa, maka dapat diandaikan
dengan adanya delokisasi.
Hal penting yang
perlu diperhatikan adalah lambing resonasi bukan sruktur nyata. Untuk
menunjukkn bahwa dua atau lebih rumus dapat menggambarkan struktur resnasi dan
bukan struktur nyata dalam keseimbangan. Senyawa aromatic bukan hanya
satu-satunya senyawa yang rumus ikatan valensi tunggalnya kurang cocok. Gugus
nitro (-NO2) adalah gugus atom yang paling baik untuk diterangkan
dengan menggunakan struktur resonasi. Suatu struktur ikatan valensi tunggal
untuk gugus nitro menunjukkan dua jenis ikatan N-O. namun demikian, telah
diketahui bahwa dua ikatan N-O panjangnya sama. Dua struktur ikatan valensi
yang diperlukan struktur nyata dari gugus NO2 adalah diantara kedua
struktur tersebut. Untuk menunjukkan bahwa ikatan dari nitrogen terhadap
oksigen dalam gugus NO2 adalah sama, beberapa ahli kimia menyatakan
gugus nitro dengan garis titik-titik untuk ikatan rangkap parsial.
(Fessenden & Fessenden.2005:70-72)
saya mau bertanya mengenai gugus karbonil,pada bacaan diatas disebutkan bahwa gugus karbonil lebih polar dibandingkan gugus C-O dalam larutan alkohol dan eter,tolong jelaskan mengapa hal tersebut bisa terjadi? terimakasih
BalasHapusTerimakaish atas postingannya. gugus karbonil lebih polar dibandingkan gugus C-O dalam larutan alkohol dan eter karena, Perbedaan sifat kedua senyawa di atas disebabkan oleh satu atom H pada etana digantikan oleh gugus –OH. Gugus –OH inilah yang menyebabkan perbedaan sifat antara etana dengan etanol. Gugus –OH ini dikenal dengan sebutan gugus fungsi.Gugus fungsi adalah atom atau gugus atom yang menjadi ciri khas suatunderet homolog. Setiap senyawa karbon yang mempunyai gugus fungsi berbeda akan mempunyai sifat yang berbeda pula.terimakasih:)
HapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapuspostingan yang bagus , saya ingin mengajukan sebuah pertanyaan kepada saudari rostalinda berdasarkan postingan yang diposting seperti ini :
BalasHapusBenzena adalah contoh suatu senyawa organic yang tak dapat digambarksan secara teliti oleh rumus ikatan valensi tunggal , mengapa demikian ya rostalinda bisakah saudari jelaskan ,terima kasih
terimakaish saudara roby atas pertanyaannya. Benzena adalah contoh suatu senyawa organic yang tak dapat digambarksan secara teliti oleh rumus ikatan valensi tunggal ,karena delokalisasi dari electron pi menghasilkan sistem dalam mana electron pi mencangkup lebih daripada dua atom.notasi ikatan valensi secara kalsik tak mencangkup keadaan ini.(lingkaran dalam segi enam yang menyatakan awan pi aromatic dalam benzene merupakan tambahan yang cukup baru dalam perlambangan kimia organic)Bila suatu struktur molekul dapat digambarkan oleh dua atau lebih rumus ikatanvalensi yang berbeda hanya dalam kedudukan electron (biasanya electron pi) tak ada dari rumus ini yang sesuai sempurna dengan sifat kimia dan sifisa dari senyawanya.bila berbagai struktur resonansi dapat diandaikan adanya delokalisasi dari rapat electron.terimakasih:)
Hapusmnurut saya materi yang anda sampaikan ada yang kurang , bagus nya pada hibrida nitrogen ,air, alkohol dan eter di kasih ganbar nya agar bisa mudah dimengerti ...
BalasHapusterimakasih saran dan masukannya saudara memo masbun:)
Hapus